By: Yuyum Fhahni Paryani – Child Protection in Emergency Specialist – Plan Indonesia
“Happy, Exhausted and Excited”. Terlibat
dalam ERT Plan Indonesia, membuat saya belajar banyak tentang rasa kemanusiaan,
team work yang kokoh, dan rasa kekeluargaan yang akrab. Semua serba baru,
pengalaman baru, lingkungan baru, teman baru, dan belajar banyak hal yang baru.
Saya belajar banyak untuk bisa menerima keadaan dan kondisi apapun demi tujuan
yang ingin dicapai bersama. Itu yang penting”. Saya banyak belajar bagaimana
membangun Child Friendly Space (CFS –
Ruang Ramah Anak).
![]() |
| My Lovely CFS team |
![]() |
| Bermain Holahop, Jatuh Melulu,,heheheh |
Sebagai Child Protection in Emergency Specilist (CpiE Specilist) kami
bertanggungjawab untuk melakukan kegiatan CFS. Kegiatan pertama setelah tiba di
Bay-Bay Leyte (bersama Vanda’s team) adalah bertemu dengan anak anak di Tolosa Municipality. Kami siapkan semua
kebutuhan untuk bermain dan belajar bersama anak anak, dengan bahan bahan
seadanya. Saat akan mensett-up tempat
berkegiatan, cuaca yang awalnya panas terik, tiba tiba hujan deras dan angin kencang.
Kami pun terpaksa berteduh di bawah terpal plastik sembari menunggu hujan reda.
Tatkala hujan reda, tempat yang sudah kami bersihkan tak bisa digunakan lagi,
karena becek dan tergenang air. Kami pun terpaksa mencari tempat lain yang aman
bagi anak anak.
![]() |
| Dampak Thypoon Yolanda |
Begitu pula keceriaan anak anak
di Alegria Baranggay – Julita Muncipality,
mereka dengan bangga mengajarkan ku berhitung angka “satu sampai sepuluh”
dengan menggunakan jari jari. Jika aku salah dalam menghitung, mereka pun
dengan cepat memperbaiki dan kami pun tertawa bersama sama. Bersama team CFS
yang solid, kami (Abby, Dyaine dan Edward)
mempunyai tarian gembira bersama sama anak anak yaitu “Chicken Dance”
Halangan dan rintangan saat
berada di Philipina, tidak menjadi hal yang sulit bagi kami. Keterbatasan air
minum, aliran listrik, sinyal internet bukanlah kendala yang berarti. Semua
kami jalani dengan bangga. Saat mobil kami ada yang mengalami bocor ban, kami
pun tetap mampu berkoordinasi sehingga semua bisa berjalan lancar. Waktu kepulangan
pun hampir tiba, para relawan relawan yang kami latih, sangat berterima kasih
terhadap apa yang telah kami lakukan. “Kalian
sudah memberi kami kegiatan yang menyenangkan bersama anak anak. Kalau bisa Ate
(kakak – bahasa tagalog) Yuyum jangan kembali ke Indonesia” pinta salah satu
Volunteer melalui SMS. Sebagai warga negara Indonesia, saya bangga dan bahagia
melihat sikap dan perlakuan masyarakat yang begitu kooperatif, mau menolong
sesama dan tanpa pamrih.
Bay Bay – Leyte @Philipina, 16
Nov – 16 Dec 2013




No comments:
Post a Comment